Fatwa yang bikin Bingung (Bagian 1)
Menjalankan ibadah shalat adalah suatu kewajiban bagi umat muslim di seluruh dunia, akhir-akhir ini banyak masyarakat khususnya di negara kita yang kebingungan bagaimana ia melaksanakan ibadah di tengah pandemi virus corona yang tengah ramai di bicarakan oleh seluruh dunia. Bapak Presiden kita telah mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan kegiatan sehari-hari di rumah; kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah pun dari rumah.
Pak Usman, pengurus masjid yang selalu tidak ketinggalan untuk datang lebih awal ke masjid. Sepertinya, masjid bagi beliau sudah menjadi rumah kedua bagi pak Usman.
Waktu shalat ashar pun telah tiba pak Usman telah bergegas ke masjid dan langsung mengumandangkan adzan dengan suara khas beliau yang indah nan merdu setiap orang yang mendengarnya akan merasa tenang di dalam hatinya.
Shalat ashar berjamaah pun telah selesai pak Usman menghampiri saya, “mas apa kabar” sapanya.
“Alhamdulillah pak Usman baik, kabarnya” jawabku.
“Bagaimana dengan pak
Usman kabarnya?” tanyaku. Saling tanya soal kabar. Kemudian, pak Usman tampak
gelisan beliau ternyata sedang binggung besok tepat hari jum’at. Shalat jum’at
pada esok hari mungkin akan tampak berbeda bahkan mungkin sementara akan di
tiadakan dulu dan di ganti dengan shalat zhuhur.
Surat edaran yang di keluarkan oleh majlis ulama indonesia (MUI) pada tanggal 16 Maret 2020 yaitu Fatwa No 14 Tahun 2020 aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak agar sementara tidak di selenggarakan terlebih dahulu. Begitu juga bagi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuat edaran tentang pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan dan lebaran di masa pandemi COVID-19, salah satunya imbauan agar umat Islam Salat Idul Fitri di rumah.
Imbauan itu tertuang dalam surat edaran bernomor 3953/C.I.034.04.2020 tanggal 3 April 2020, dan di tandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil, Sekjen PBNU Helmy Faishal, Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, dan Katib Aam KH Yahya Cholil.
Berbeda dengan PBNU, PP Muhammadiyah yang lebih dulu menerbitkan edaran pada tanggal 24 Maret 2020, mengimbau umat Islam untuk meniadakan Salat Idul Fitri.
Kemudian Tokoh tersebut menyatakan lihat kondisi kedepan saja. Semoga wabah ini selesai mereda dan lekas pulang ke asalnya. Amiin...
“lalu apa yang bikin bingung pak Usman?” tanyaku.
“Pak Kades kemarin menghimbau kepada seluruh penggurus masjid agar sementara tidak melaksanakan shalat jum’at berjamaah di masjid sesuai protokol pemerintah, berbeda dengan pak Yusuf beliau menyuruh agar tetap melaksanakan shalat jum’at”. (Pak Yusuf ia seorang kyai serta tokoh masyarkat)
Esok Hari
Pukul 10.00 WIB, pak Usman nampak mondar-mandir keluar masuk rumah. Hingga waktu telah menunjukkan sebentar lagi memasuki shalat jum’at dan ternyata pak Usman tetap membuka masjid untuk melaksanakan sholat jum’at berjamaah sesuai anjuran dari pak Yusuf dengan tidak seperti biasanya tanpa pengeras suara, walaupun sebagian masjid yang lain tidak membuka untuk shalat jum’at berjamaah.



Komentar
Posting Komentar